{"id":145,"date":"2018-12-29T05:01:53","date_gmt":"2018-12-29T05:01:53","guid":{"rendered":"http:\/\/yikwanak.com\/kole\/?p=145"},"modified":"2018-12-29T05:23:56","modified_gmt":"2018-12-29T05:23:56","slug":"waktu-dan-ruang-adalah-ciptaan-manusia-modern-pikirkan-untuk-hidup-di-luar-mereka","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/yikwanak.com\/kole\/2018\/waktu-dan-ruang-adalah-ciptaan-manusia-modern-pikirkan-untuk-hidup-di-luar-mereka.html\/","title":{"rendered":"&#8220;Waktu&#8221; dan &#8220;Ruang&#8221; adalah ciptaan Manusia modern! Pikirkan untuk Hidup di luar mereka!"},"content":{"rendered":"<p>Di Melanesia secara prinsipil, kita kenal ada empat &#8220;waktu&#8221; saja, <\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Waktu pagi<\/li><li>Waktu Siang<\/li><li>Waktu sore<\/li><li>Waktu malam<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Selain itu, kita juga mengenal waktu-waktu yang lain, seperti berikut<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Waktu kecil<\/li><li>Waktu besar<\/li><li>Waktu muda\/ tua<\/li><li>Waktu hidup<\/li><li>Waktu mati<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Selain dari itu lagi, kita kenal waktu seperti berikut<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Waktu kemarin<\/li><li>Waktu besok<\/li><li>Waktu dulu<\/li><li>Waktu sekarang<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Ini waktu-waktu yang dikenal di masyarakat Melanesia. Begitu Melanesia bersentuhan dengan dunia modern, maka waktu-waktu itu mengalami perubahan besar-besaran. Sekarang &#8220;waktu-waktu&#8221; itu kita bagi ke dalam<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Waktu &#8220;jam&#8221;, termasuk detik dan menit<\/li><li>Waktu &#8220;hari&#8221;<\/li><li>Waktu &#8220;minggu&#8221;<\/li><li>Waktu &#8220;tahun&#8221;<\/li><li>Waktu &#8220;dekade&#8221;<\/li><li>Waktu &#8220;abad&#8221;<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Selain itu kita diperkenalkan dengan waktu-waktu berikut<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Waktu bayi<\/li><li>Waktu remaja<\/li><li>Waktu pemuda<\/li><li>Waktu dewasa<\/li><li>Waktu muda<\/li><li>Waktu tua<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Silahkan cari di google.com tentang &#8220;waktu&#8221; ini dan kita akan tercengang betapa &#8220;waktu&#8221; telah menjadi satu &#8220;subyek&#8221; yang sangat menentukan dan mengatur peri kehdupan masyarakat modern.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda bayangkan masyarakat modern tanpa waktu? Jelas sulit! Bagaimana mungkin peradaban modern berjalan tanpa waktu? Itu pertanyaan gila.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size\">Dengan kesimpulan kecil ini, kita bisa lihat dengan jelas, bahwa &#8220;waktu&#8221; diciptakan atau tercipta untuk melayani kebutuhan modernisasi, dan dunia modern tanpa waktu tidak dapat berjalan sama-sekali. Bisa dikatakan juga waktu tanpa dunia modern sama sekali tidak ada gunanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingat, kita baru bicara tentang &#8220;waktu&#8221;, karena itu catatan berikutnya kita kaan bicara tentang &#8220;ruang&#8221;. Salam jumpa!<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Melanesia secara prinsipil, kita kenal ada empat &#8220;waktu&#8221; saja, Waktu pagi Waktu Siang Waktu sore Waktu malam Selain itu, kita juga mengenal waktu-waktu yang lain, seperti berikut Waktu kecil Waktu besar Waktu muda\/ tua Waktu hidup Waktu mati Selain dari itu lagi, kita kenal waktu seperti berikut Waktu kemarin Waktu besok Waktu dulu Waktu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"aside","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[34],"tags":[75,76,64,77,74],"class_list":["post-145","post","type-post","status-publish","format-aside","hentry","category-filsafat-melanesia","tag-bernard-narakobi","tag-father-walter-lini","tag-paradigma-berpikir","tag-sem-karoba","tag-the-melanesian-way","post_format-post-format-aside"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/yikwanak.com\/kole\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/yikwanak.com\/kole\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/yikwanak.com\/kole\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/yikwanak.com\/kole\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/yikwanak.com\/kole\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/yikwanak.com\/kole\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":147,"href":"http:\/\/yikwanak.com\/kole\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145\/revisions\/147"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/yikwanak.com\/kole\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/yikwanak.com\/kole\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/yikwanak.com\/kole\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}